Tampilkan postingan dengan label Attitude. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Attitude. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Attitude? Apaan yah? http://www.smileycodes.info

Pengertian
Perilaku manusia juga dilatar belakangi oleh sikap. Sikap sendiri memeiliki pengertian sebagai “organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi relatif yang relatif ajeg yang disertai adanya perasaan tertentu dan memberikan dasar kepada organisme untuk membuat respon atau perilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya”. Atau dalam bahasa sederhana sikap adalah kesediaan beraksi terhadap suatu hal.

Sikap memiliki beberapa pengertian dan definisi sebagai berikut :
• Sikap adalah predisposisi mental untuk melakukan suatu tindakan (Kimmball Young (1945)
• Sikap adalah keajegan dan kekhasan perilaku seseorang dalam hubungan dengan stimulus manusia atau kejadian-kejadian tertentu (Sherif & sherif 1956)
• Sikap adalah predidposisi yang dipelajari untuk merespon secara konsisten dalam tatacara tertentu dan berkenaan dengan objek tertentu (Fishbein & Ajzen 1975)
• Kesimpulannya pengertain sikap adalah kecenderungan untuk bertindak dan bereaksi terhadap stimulus atau rangsangan.

Komponen sikap
Sikap merupakan hubungan dari berbagai komponen yang terdiri atas :
a. Komponen kognitif : yaitu komponen yang tersusun atas dasar pengetahuan dan informasi yang dimilki seseorang tentang objek sikapnya atau komponen yang berkaitan dengan pengetahuan, pandangan, keyakinan atau bagaimana mempersepsi objek
b. Komponen afektif :

Positip Thinking aja ! http://www.smileycodes.info


"Our attitudes control our lives. Attitudes are a secret power working twenty-four hours a day, for good or bad. It is of paramount importance that we know how to harness and control this great force"-Tom Bland.

Realitanya, optimal tidaknya suatu hasil yang ingin dicapai, kitalah penentunya. Tetapi tidak semua orang "mampu" menerima kerealitaan ini atau mau menyadarinya. Umumnya, alih alih menyadari atau menerima kerealitaan ini, seseorang lebih cenderung menyalahkan atau menuding pihak - pihak lain atas kekurangberuntungan yang dialami. Akhirnya, bukannya kondisi konstruktif yang diraih tetapi adalah sebaliknya yaitu destruktif.